76 views
SANTAPAH ROHANI

MENJADI PEMIMPIN DAN PELAYAN YANG SEJATI

FacebookTwitterWhatsApp

HARI MINGGU BIASA KE 31 (A)

Bc.1. Mal 1:14b – 2:2b.8-10 Bc.2. 1Tes 2:7b-9.13 Bc.3. Mat 23:1-12

 

Masa sekarang semakin banyak orang yang pintar bercakap tetapi kurang pandai melaksanakan apa yang dikatakan. Peribahasa yang sesuai untuk orang yang seperti itu adalah “cakap tidak serupa bikin”, atau NATO (no action talk only). Apakah kita termasuk golongan orang seperti itu? Marilah kita belajar dari Yesus Kristus agar kita dapat menjauhkan diri dari kemunafikan dan kesombongan diri, supaya kita tidak seperti orang-orang yang “cakap tidak serupa bikin”.

5hb11

Dalam semua khotbah Yesus, belum pernah Ia bersikap begitu tegas terhadap kelompok mana pun kecuali terhadap orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat terutama sekali dalam bacaan Injil hari ini. Kritikan tegas itu disampaikan kerana tidak ada lagi yang lebih bertentangan dengan Injil selain dari perilaku dan tindakan generasi para pemuka agama masa itu yang  hanya berlandaskan pada kesombongan, keduniawian, kesewenang-wenangan yang dibalut serta berselindung di sebalik jubah agama.

Kritik Yesus terhadap para pemuka agama. Pertama, mereka tidak melaksanakan apa yang mereka khotbahkan/ajarkan (Mat 23:3), mereka munafik. Kedua, mereka tidak bersedia melakukan apa yang mereka perintahkan kepada para pengikutnya (Mat 23:4). Ketiga, mereka suka memperlihatkan diri (Mat 23:5), pelayanan yang mereka lakukan adalah untuk kepentingan diri sendiri. Keempat, mereka suka menerima penghormatan dari orang dan suka menerima gelar pujian (Mat 23: 6-10). Dengan kata lain, mereka gila hormat dan merampas Kemuliaan Tuhan. Kelima, mereka salah mengerti konsep pelayanan (Mat 23: 11-12). Orientasi pelayanan mereka adalah diri sendiri.

Banyak kelebihan orang Farisi dan ahli Taurat. Tuhan Yesus sendiri mengakui mereka bahkan mengatakan bahawa pengajaran mereka harus didengar oleh para pengikut-Nya. Ketekunan dan kesetiaan mereka dalam mengajarkan hukum-hukum Tuhan sangatlah cermat sehingga disebut menduduki kerusi Musa. Tetapi malangnya, mereka sendiri tidak melakukan apa yang mereka ajarkan. Gelar yang sesuai bagi orang munafik seperti itu adalah aktor rohani. Aktor rohani adalah mereka yang pintar menyampaikan dan mengajarkan hukum-hukum Tuhan tetapi mereka sendiri tidak melaksanakannya.  Mereka tidak layak disebut pemimpin dan pelayan kerana apa yang mereka ketahui dan ajarkan tidak mereka laksanakan dalam diri sendiri.

Apakah kritik Yesus itu dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari? Jelas dapat. Kesalahan yang sering terjadi pada kehidupan umat adalah salah mengerti prinsip dan motivasi pelayanan. Hal yang sering terjadi adalah pelayanan dilihat sebagai kesempatan untuk memperoleh kekayaan diri, kesempatan untuk memperoleh penghormatan dan penghargaan, kesempatan untuk memperlihatkan kebolehan dan kemampuan, kesempatan untuk mengkritik dan menilai orang lain tetapi tidak untuk diri sendiri.

Kritikan Yesus terhadap para pemuka agama Yahudi tersebut haruslah menjadi autokritik terhadap pelayanan dan kepemimpinan kita. Kita perlu bertobat dari motivasi dan prinsip pelayanan yang keliru. Kita perlu belajar dari teladan Yesus Kristus. Melayani bererti merendahkan hati sebagai pelayan demi sesama manusia, menjadi teladan untuk apa yang kita harapkan orang lain perbuat.

Belajar dari Yesus. Pelayan dan pemimpin yang benar adalah mereka yang lebih dahulu terbuka hati untuk mahu dipimpin oleh Allah. Demikian juga guru rohani yang benar, tidak hanya tahu kebenaran adalah pengetahuan semata-mata tetapi harus lebih dahulu mengetahui bahawa kebenaran sebagai pengalaman dan penghayatan iman yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pemimpin dan guru seperti itu adalah mereka yang memiliki kerendahan hati dan terbuka pada pimpinan Allah, serta membimbing dan menuntun umat untuk ikut mengasihi dan mentaati Allah, tanpa mengharapkan apa-apa balasan.

Pelayan dan pemimpin rohani seharusnya tidak menuntut untuk mendapatkan penghormatan dan penghargaan, tetapi umat yang dipimpin juga harus menjauhkan diri dari sikap suka memberi pujian dan hormat yang berlebihan. Pelayan dan pemimpin sejati harus selalu terbukan belajar menjadi murid-belajar dari Yesus sang pelayan dan pemimpin-rendah hati, serta tunduk kepada kuasa Allah sebagai sumber pelayanan dan kepemimpinan.


Cadangan Soalan untuk Refleksi peribadi dan perkongsian Komuniti Kristian Dasar (KKD)

Hidup ini adalah sebuah panggilan. Panggilan untuk hidup bersatu dengan Dia sang Sumber Kehidupan. Kita pun dipanggil untuk menghayati segala perintah-Nya secara konkrit/nyata dalam kehidupan sehari-hari.

  • Bagaimana anda menghayati Sabda Allah selama ini? Apakah hanya ucapan mulut sahaja atau terungkap dalam sikap dan tingkah laku anda setiap hari?

 

Ya Allah, kami bersyukur atas kehadiran Putera-Mu dalam rupa
sakramen cinta kasih ini. Berkatilah kami agar cinta kasih kami tidak
hanya menjadi kata-kata hampa, tetapi sunguh nyata dalam tindakan.
Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang setia dan kelak
Kauperkenankan menerima anugerah kehidupan kekal. Sebab, Dialah
Tuhan, Pengantara kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *