PEMBAHARUAN PERSEMBAHAN DIRI DARI PARA PELAKU HIDUP BAKTI

bakti 2

Nulu Sosopon – Sebagai salah satu kegiatan mengisi Perayaan Hidup Bakti 2017, para biarawan-biarawati dan anggota Komuniti Sekular (FSIC, Putri Karmel, IJ, FSC, CSE dan ISKB) merayakan Perayaan Ekaristi bersama di Gereja Keluarga Kudus, Nulu Sosopon, Keningau. Perayaan bersama ini turut disaksikan  sejumlah umat beriman yang hadir dalam Perayaan Ekaristi tersebut.

grotto 1

Perayaan Ekaristi diawali dengan pemberkatan Patung Bonda Maria dari Lourdes, oleh Yang Mulia Bapa Uskup Datuk Cornelius Piong dan didampingi lapan Paderi (Fr. Joseph Gapitang, Fr. Benedict Runsab, Fr. Rudolf Joanes, Fr. Claudius Andrew, Fr. Ronnie Luni, Fr. Gilbert Lasius, Fr. Giovanni CSE dan Fr. Harry Dorisoh) yang turut serta di dalam Pemberkatan dan Perayaan Hidup Bakti. Bapa Uskup dalam renungan singkatnya, mengajak umat beriman berdoa bersama dengan Sang Perawan bagi mereka yang sedang sakit, agar dapat menanggung penderitaan dan diberikan kesembuhan.

Dalam homilinya, Bapa Uskup mengajak mereka yang membaktikan diri kepada Tuhan, baik biarawan/biarawati mahupun awam agar: Pertama, sebagai hari yang dikhususkan untuk mengucap syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas aneka hidup yang dibaktikan secara khusus kepada Tuhan yang sekaligus memperkaya Gereja dengan berbagai karya misi dan karisma. Kedua, mengajak Gereja untuk lebih memahami dan menaruh hormat terhadap aneka bentuk hidup bakti, yang dengan karisma dan tradisi masing-masing menjaga kehidupan Gereja. Ketiga, sebagai hari undangan bagi Gereja dan kaum hidup bakti untuk merayakan anugerah ini  dengan penuh sukacita dan kegembiraan.

Setelah Bapa Uskup mengakhiri homilinya, para pelaku hidup bakti dari setiap Kongregasi dan Institut Sekular mengulangi pembaharuan persembahan diri atau janji setia di hadapan Tuhan secara bersama-sama.

bakti 1

Fr. Giovanni CSE mewakili para pelaku hidup bakti, dalam ucapannya mengajak dan menghimbau kembali apa yang menjadi pesan Paus Fransiskus kepada para pelaku hidup bakti. Beliau mengutip kembali kata-kata Paus Fransiskus yang mana: Pertama, para pelaku hidup bakti pertama-tama mesti menyatukan diri dengan Yesus Kristus. Dengan bersatu dengan dengan Kristus, para pelaku hidup bakti akan dapat menghayati karisma-karisma yang telah diwariskan oleh para pengasas masing-masing. Kedua, dalam perjalanan sebagai para pelaku hidup bakti, memang tidak mudah, banyak cabaran dan tentangan yang mesti dilalui, justeru persatuan dengan Kristus adalah wadah untuk tetap bertahan dan setia di dalam panggilan khusus ini. Ketiga, para pelaku hidup bakti harus sedar dan tahu diri, mengenal peranan masing-masing dan tidak perlu iri terhadap karisma kongregasi lainnya. Kita semua memiliki peranan yang khas, yang akhirnya akan membentuk menjadi tubuh Kristus dan Kristus menjadi kepala-Nya.

Bapa Uskup mengambil kesempatan berterima kasih kepada umat beriman yang hadir dalam Perayaan Ekaristi tersebut. Beliau juga berterima kasih kepada Kongregasi-Kongregasi yang berkarya di Keuskupan Keningau. Lanjutnya, beliau berpesan agar para pelaku hidup bakti agar berpandu kepada Visi, Misi dan Matlamat Keuskupan. Karisma yang dimiliki mestilah digunakan untuk merealisasikan Visi, Misi dan Matlamat di Keuskupan Keningau.

B1

B2

Setelah Perayaan Ekaristi selesai, pihak Majlis Pastoral Paroki mengundang semua para pelaku hidup bakti untuk makan tengahari bersama sebagai ungkapan kesyukuran dan terima kasih. Para pelaku hidup bakti turut dihiburkan dengan persembahan tari-tarian dan lagu dari umat yang hadir.

B3

B4

B5

B6

B7

B8

B9

Sharing is caring!