“VIVIT DOMINIS IN CUIUS CONSPECTO STO”

Slide1Kongregasi Carmelitae Sancti Elia (CSE) merupakan salah satu kongregasi yang mungkin baru dikenal pada masa sekarang. Namun, sebenarnya Kongregasi ini sudah mulai berdiri di Sabah sejak 01 Mei 2001. Pada ketika itulah saya masuk bergabung dangan para Brother CSE dan mengambil nama Bro. Andreas Marie CSE. Suatu kegembiraan yang sangat mendalam saya alami ketika saya diberi oleh Tuhan rahmat kesetiaan sehingga pada 16 Julai 2008 saya mengikrarkan kaul kekal. Dan memilih tetap menjadi seorang Brother kerana dalam Kongregasi CSE ada juga yang dipanggil untuk menjadi seorang Paderi. Keheningan dan kesunyian itulah yang mewarnai dan menjadi suatu daya tarik bagi saya untuk mengabdikan hidup dalam kongregasi ini. Seperti yang tertuang dalam visi dan misi kami “By the power of the HOLY SPIRIT to experience personally and to live the loving and saving presence of GOD in order to reach the transforming union of love with Him and to bring others to the same experience.” Itulah yang menjadi kerinduan saya agar dapat membawa orang lain kepada pengalaman yang sama untuk mengalami kasih Tuhan. Semuanya itu saya persembahkan dalam doa, pantang dan puasa, penyembahan kepada Sakramen Mahakudus, pelayanan dan sebagainya dalam hidup komuniti di sini. Selain dari St. Yohanes Salib, St. Teresa Avila dan St. Theresia Lisieux yang menjadi teladan hidup bagi para Karmelit, Bunda Maria juga menjadi salah satu tokoh yang memainkan peranan dalam Karmel. Melalui teladan Bunda Marialah saya belajar untuk merenungkan dan menyimpan segala sesuatu di dalam hati ketika ada pergolakan yang terjadi di dalam hidup saya. Kekeringan…merasa bosan… Tuhan seakan jauh dari saya…itu tidak pernah lepas tapi saya belajar untuk melihat dibalik dari peristiwa itu. Membaca dan mendalami spiritualiti karmel yang ditulis oleh Bapa Pengasas Kongregasi CSE merupakan salah satu buku-buku yang saya gemari. Di situ saya diperkaya dan dibantu untuk lebih menghargai serta mencintai panggilan yang diberikan Tuhan. Selain dari berdoa dan mendalami kekayaan Karmel dalam kongregasi ini kami para Brother CSE juga melakukan karya pelayanan sama seperti yang dilakukan oleh saudari sulung kami Sister Putri Karmel. Kami akan bekerjasama dalam mengendalikan retret, rekoleksi atau camping belia, remaja dan kanak-kanak baik di dalam pertapaan mahupun diluar. Rekreasi tahunan dan “hari jalan-jalan” merupakan aktiviti komuniti yang sangat menyenangkan kerana disitu dapat mengeratkan lagi kasih persaudaraan di antara kami semua. Apabila bersama-sama dengan keluarga, saya selalu meluangkan waktu untuk mendengarkan mereka dan berbagi pengalaman tentang iman dan kehidupan rohani.

Menanggapi seruan Bapa Suci Pope Francis yang mencanangkan agar gereja menjadi miskin. Dalam setiap hidup membiara sudah tentu ada yang disebut sebagai janji setia iaitu kaul kemiskinan, kemurnian dan ketaatan. Kemiskinan tidak bererti miskin dari harta benda dan tidak memiliki apa-apa. Semangat kemiskinan merupakan sikap yang hakiki untuk mengikuti Yesus. Sikap ini memungkinkan untuk secara sungguh menanggalkan kelekatan akan milik, baik yang bersifat jasmani, intelektual mahupun rohani, serta membagikan kepada mereka yang memerlukannya. Kalau mengabdi Tuhan dengan segenap hati serta menaruh kepercayaan kepada-Nya, Ia tidak akan membiarkan kekurangan. Seandainya terjadi juga, bahawa Tuhan membiarkan menderita kekurangan, berbahagialah kerana dengan demikian menjadi sungguh-sungguh miskin serta boleh menghayati kaul kemiskinan sedalam-dalamnya.