SELAMAT MENYAMBUT HARI KRISMAS 2016 DAN TAHUN BARU 2017

hd-christmas-1080p-free-wallpaper

Bishop Datuk Cornelius Piong

Rev Fr Joseph Gapitang

Rev Fr Dr Charles Chiew

Rev Fr Rudolf Joannes

Rev Fr Lazorous Uhin

Rev Fr Bonaventure Unting

Rev Fr Ronnie Luni

I.J & FSIC Sister

MPP KSFX, Kakitangan Pejabat Paroki KSFX, PPPKK, Rumah Bishop, Kerasulan Wanita/Belia, LOM, Komuniti Betania, Komuniti-Komuniti, KKD-KKD & Komiti-Komiti

Mengucapkan

SELAMAT MENYAMBUT HARI KRISMAS 2016 DAN TAHUN BARU 2017

Kotobian Tadau Tagazo Do Krismas: Kumaa/Kepada

Semua Umat di Paroki, KSFX Keningau

Ucapan Terima Kasih:

Kepada semua saudara-saudari yang terlibat secara langsung dan tidak langsung dalam menjayakan Persiapan Hari Krismas Tahun ini 2016.

Terima Kasih! Tuhan memberkati kita semua.

MEMBANGUN KESATUAN DENGAN YESUS AGAR KITA HIDUP BERPUSAT KEPADA DIA

Selamat Krismas, ungkapan cinta kasih Allah kepada kita (Yoh 3:16).

Puji Tuhan dan terima kasih kepada saudara-saudari khususnya yang setia melayani dalam pelayanan Adorasi 15 jam, RRKKT sepanjang tahun 2016.

Tahun depan, 15/08/2017 kita akan menyambut ulang tahun ke-10 pelayanan Adorasi 15 jam di Rumah Retret Keuskupan Keningau, Tatal.

Kita bersyukur kepada Tuhan atas dorongan Roh Kudus yang mengilham dan memberanikan kita menjalankan pelayanan Adorasi ini. Saya sangat berharap agar kita sama-sama dapat mempertingkatkan kasih dan komitmen kita dalam menjalankan pelayanan ini kerana selain perayaan Ekaristi, Adorasilah yang mampu membawa kita menjalin kesatuan dan kesetiaan kita kepada peribadi Yesus.

Selama kita mempunyai cita-cita mahu dibangun dan dibentuk menjadi komuniti Umat Allah yang komited dan efektif melayani kerajaan-Nya. Berbagai aktiviti rohani kita adakan selama ini – Seminar, rekoleksi, Retret, Kem Belia, dsb dengan berbagai tajuk. Namun jika dinilai kualiti iman, kita masih jauh dari apa yang kita cita-citakan. Komitmen dan semangat pengorbanan dalam menyumbangkan masa, tenaga, bakat dsb dalam menjalankan pelayanan masih perlu kita perbaiki.

Mungkinkah selama ini kita umat hanya cenderung kepada aspek luaran dalam pembangunan dan pembentukan hidup kristiani kita dan kurang membangun kesatuan atau relasi dengan peribadi Yesus secara konsisten? Pada hal hanya dengan kesatuan dengan Yesus kita dimampukan hidup selaku murid-murid-Nya (Yoh 15:4-5).

Membangun kesatuan dan kesetiaan kepada Yesus tentu sekali memerlukan kita membuat pilihan dan keutamaan dalam memihak kepada Yesus dan kehendak-Nya. Kita dapat menjalin kesatuan dengan Yesus kerana Dia hadir untuk kita melalui Ekaristi, Firman-Nya, sesama kita manusia, alam ciptaan-Nya dan komuniti Umat beriman. Akan tetapi yang paling berkesan membawa kehadiran Yesus ialah kehadiran-Nya dalam Ekaristi dan dilanjutkan kehadiran-Nya itu dalam Sakramen Mahakudus. Ekaristilah tanda dan ungkapan kehadiran dan cinta kasih Yesus kepada kita (Mat 28:20; Luk 22:19-21; Yoh 13:1). Melalui Ekaristi Yesus mahu mengungkapkan keinginan-Nya memberi kita hidup (Yoh 6:35), serta melalui Ekaristi Yesus mahu mengungkapkan cinta kasih dan belas kasihan-Nya yang tidak menuduh dan menghakimi tetapi menyelamatkan (Yoh 3:16; 6:37).

Pada tahun 2017 Keuskupan kita akan masuk usia 24 tahun dan kita akan melancarkan perayaan Jubli Perak kita Umat Keuskupan Keningau pada 6/5/2017. Kita akan menyambut perayaan Jubli Perak kita dengan tema “Keluarga berpusat kepada Kristus, berbudaya menyembah Tuhan, memantapkan Iman dan Bertanggungjawab Sosial”. Sepanjang tahun perayaan Jubli Perak (6/5/2017 – 6/5/2018) kita mahu menjemput Yesus menjadi pusat peribadi kita, keluarga kita dan komuniti kita. Sumber kekuatan iman, harapan dak kasih dalam membangun keluarga ialah Yesus. Yesus jugalah sumber terang perjalanan hidup kita setiap hari dalam menghadapi apapun kegelapan hidup (Yoh 8:12; Mat 11:28).

Untuk dapat merealisasikan cita-cita kita ini saya ingin mengajak saudara-saudari anggota Keuskupan Keningau di peringkat Keluarga, KKD, KUK, ZON, Mission, Paroki supaya mengambil berat dan mengutamakan kesatuan kita dengan peribadi Yesus setiap hari. Jika belum terjalin kesatuan kita dengan Yesus kita tidak dapat menghasilkan buah yang baik dan kita tidak mampu berbuat apa-apa yang dikehendaki Tuhan (Yoh 15:4-5).

Dalam membangun kesatuan dengan Yesus taatlah mengambil masa melayani Tuhan melalui Doa, Firman-Nya, Sakramen-Sakramen dan hidup berkomuniti. Pesan Yesus ialah supaya kita datang kepada Dia, mendengar kata-kata-Nya dan melakukan kata-kata-Nya, agar kita memiliki iman yang teguh, mampu mengatasi apapun serangan (Mat 7:21, 24-27; Luk 6:46-49).

Adorasi 15 jam di RRKKT setiap hari, Adorasi sekali sebulan serta Saat Teduh sekali seminggu di setiap Paroki dan Mission adalah masa, suasana dan tempat yang baik membangun kesatuan kita dengan peribadi Yesus.

 

 

Selamat Hari Krismas 2016 dan Tahun Baru 2017.

 

 

 

 

+ Bishop Datuk Cornelius Piong

 

PENUTUPAN PINTU SUCI, RUMAH RETRET KEUSKUPAN KENINGAU, TATAL

1

Tatal – Pintu Suci, Rumah Retret Keuskupan Keningau secara rasminya ditutup dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin sendiri oleh Bapa Uskup Datuk Cornelius Piong (19/11). Di dalam kata pembukaannya, beliau berpesan: “Walaupun Pintu Suci tertutup tetapi pintu belasihan sejati selalu terbuka lebar bagi kita”. Penutupan Pintu Suci tersebut dihadiri lebih dari 2000 umat yang datang dari Keuskupan Keningau sendiri mahupun luar Keuskupan.

2

7

Bapa Uskup mengimbas kembali, tepatnya pada 8 Disember 2015 yang lalu, Paus Fransiskus dengan Bulla yang bertajuk “Misericordiae Vultus” atau “Wajah Kerahiman” menetapkan sebagai pembukaan tahun Yubileum Kerahiman dan berakhir pada 20 November 2016. Di dalam homili beliau, Bapa Uskup menjelaskan tujuan tahun kerahiman diadakan sangat jelas iaitu “jemputan untuk mengikuti teladan Bapa yang murah hati yang meminta kita tidak menghakimi atau menghukum tetapi mengampuni serta memberi kasih dan pengampunan tanpa batas”.

3

6

Tambahnya, Alkitab menjadi saksi akan belaskasihan Allah yang luarbiasa. Kejatuhan manusia pertama di dalam dosa, mengakibatkan keterpisahan antara manusia dan Allah (bdk. Kejadian 3). Kebebasan yang diberikan oleh Allah telah disalahgunakan. Namun, Allah tidak pernah menganggap itu sebagai keterpisahan. Alkitab menjadi saksi bahawa Allah berulangkali (bdk. Ibrani 1:1-2) mengutus para nabi sebagai penyambung lidah dan akhirnya Allah berbicara kepada manusia melalui perantaraan Putera-Nya sendiri.

4

8

Pengaruh media massa, telekomunikasi dan ideologi yang terpesong, membuat manusia semakin menjauhi belaskasihan Bapa. Sikap “We take for granted” atau “sambil lewa” akan iman kristiani, membuat manusia semakin kurang menyedari bahawa belaskasihan Bapa selalu ada bagi manusia. Melalui Paus Fransiskus, beliau berniat untuk memberitakan sebuah tahun suci sebagai cara bagi gereja untuk “membuat lebih jelas perutusannya iaitu menjadi saksi kerahiman”. Sebuah perziarahan iman menuju pertobatan untuk mendapatkan kerahiman ilahi.

5

9

10

Dalam kesempatan itu, Bapa Uskup memberi beberapa jalan yang boleh dilakukan oleh umat beriman, di dalam usahanya untuk menanggapi belaskasihan Bapa. Antaranya adalah: (1) Selalu menyempatkan masa untuk berdoa, baik secara peribadi mahupun diantara anggota keluarga. (2) Memiliki sikap yang konsisten di dalam membaca, mendengar dan merenungkan Firman Tuhan. (3) Menghayati Sakramen-Sakramen secara khusus Ekaristi dan Rekonsiliasi. (4) Menghadiri Adorasi atau Saat Teduh dan yang terakhir (5) Memberi diri untuk bergabung dengan komuniti-komuniti, agar iman semakin berkembang dan bertumbuh dan memiliki kasih terhadap sesama.

RETRET KERASULAN WANITA KATOLIK, KEUSKUPAN KENINGAU (KWKKK)

img_2227_2

Tatal – Para Ibu yang tergabung di dalam Kerasulan Wanita Katolik, Keuskupan Keningau (KWKKK) mengadakan retret tahunan selama tiga hari yang diselenggarakan di Rumah Retret Keuskupan Keningau, Tatal. Retret ini berlangsung dari 25-27 November 2016. Dalam kesempatan ini, para ibu mencuba untuk mendalami dan menggali tema “Wanita, Isteri dan Ibu yang berbelaskasih”. Dalam retret ini, para ibu didampingi oleh Rev Claudius Andrew selaku pembimbing rohani. Seramai 250 ibu, telah mengikuti retret tersebut.

Sebelum retret dimulai dengan perayaan Ekaristi, sebelumnya diadakan penyampaian hadiah berupa sebuah kereta yang disumbangkan oleh Datuk Seri Panglima Wilfred Madius Tangau. Penyampaian tersebut disempurnakan oleh Yang Mulia Bapa Uskup Datuk Cornelius Piong kepada pemenang cabutan tiket bertuah yang dianjurkan oleh KWK, Keuskupan Keningau. Dalam ucapan singkatnya, beliau berterima kasih kepada para Ibu yang telah bersusah payah dalam mencari dana untuk pembangunan Keuskupan Keningau.

Di dalam perayaan Ekaristi, sempena pembukaan retret tahunan KWK, Keuskupan Keningau, Bapa Uskup mengajak semua peserta untuk bersyukur kepada Tuhan atas anugerah dan berkat yang telah diterima selama ini. Dalam kesempatan retret, tema “Wanita, Isteri dan Ibu yang berbelaskasih” sangat relevan untuk dijadikan bahan permenungan. Menurut Bapa Uskup, cabaran dunia saat ini, semakin hari semakin kompleks dan peranan wanita sekaligus isteri dan ibu, perlu mendapat perhatian dan bagaimana peranan KWK untuk menjadi wadah saluran belaskasih Allah.

Tambahnya, beliau mengajak para peserta retret untuk mengimbas kembali perjalanan gereja selama tahun berbelaskasihan ini. Walaupun Tahun Belaskasihan secara rasminya ditutup pada 20hb yang lalu, tetapi “pintu” belaskasihan Bapa tidak pernah tertutup dan tidak akan pernah ditutup oleh kelemahan ataupun oleh dosa-dosa kita.

Mungkin sebelum ini, pemahaman kita mengenai Allah itu bagaikan seorang polis yang hanya mencari dan menunggu kita melanggar undang-undang. Tetapi di dalam Tahun Belaskasihan ini, seringkali kita mendengar bahawa Allah itu adalah Allah yang berbelaskasih. Manusia di dalam kelemahannya seringkali menolak dan menyangkal cintakasih Bapa. Namun, Bapa tidak pernah sedetikpun berputus-asa. Itulah sifat Allah.

Dalam Yoh 3:16, Yesus ditampilkan sebagai Wajah belaskasihan Allah Bapa. Sebelum kelahiran Yesus di dunia, kita juga memandang kepada Bonda Maria. Bonda Maria juga digelar sebagai Bonda Kerahiman. Kehidupan harian Maria, sebagai seorang wanita, isteri sekaligus seorang ibu menjadi teladan bagi kita. Sebagai seorang ibu, Maria mempunyai perasaan. Kehancuran hati melihat putranya disesah, disalibkan dan akhirnya mati, mungkin membuat Maria kecewa bahkan tidak berdaya. Namun kerana imannya akan Bapa yang berbelaskasih, Maria mencari kembali kekuatan dari Bapa, dan menerima semua itu demi keselamatan manusia. Melalui peribadi Bonda Maria, kita dapat belajar dan memohon kepada Bapa agar kita juga dikarunia sikap yang dimiliki oleh Bonda Maria. Dan inilah yang menjadi harapan Sri Paus Fransiskus kita, “Kita diharap akan rela menjadi saluran belaskasihan Bapa”.

Diakhir homili, Bapa Uskup berpesan bahawa kemampuan untuk menghadirkan belaskasihan tersebut, bukannya datang dari kemampuan atau kelebihan yang kita miliki. Melainkan lahir dari kesatuan atau relasi kita secara peribadi dengan Sang Sumber Belaskasihan itu sendiri iaitu Yesus. Sebab itu, tiap-tiap hari kita perlu menyedari dan mensyukuri kehadiran Tuhan ditengah-tengah kita. Apabila kita mempunyai kedua sikap ini, maka kita juga sentiasa seperti yang diharapkan oleh Yesus di dalam bacaan Injil pada hari ini, sentiasa dalam keadaan siap siaga.

Sepanjang retret tiga hari ini, para peserta dibawa untuk melihat ke dalam peribadi masing-masing. Ceramah berkaitan dengan luka-luka batin dan sesi penyembuhan batin yang dipimpin oleh Tim KIPKK, banyak membantu para peserta didalam mengolah kelemahan-kelemahan didalam hidup berkomuniti atau hidup berkeluarga. Mereka juga dibawa untuk semakin mencintai Sakramen-Sakramen terutama di dalam Sakramen Ekaristi dan Rekonsiliasi.

Diakhir retret tahunan ini, mereka diharapkan semakin dapat menjadi wadah dan saluran belaskasihan Bapa.

REKOLEKSI DAN PERUTUSAN PARA KAROLERS GEREJA BONDA MARIA MISSION KEMABONG

Kemabong – Seramai lebih kurang 300 carollers yang hadir dari setiap KUK menerima perutusan drp Rv. Fr. David pada 10 Dis 2016. Sebelum Misa perutusan dijalankan, Rekoleksi singakat telah diadakan, sesi ceramah disampaikan oleh Rv. Fr David, dalam sesi ceramah, beliau telah memberi maksud dan tujuan rekoleksi ini diadakan adalah umpama “senjata” kerana mengikuti karoling tanpa diutus adalah sia-sia kerana kita tidak tahu apa makna dan tujuan kita mengadakan karoling tanpa memahami makna Adven karoling tidak membawa apa-apa makna kerana Adven itu sendiri berkaitan dengan tujuan karoling. Tujuan utama Adven adalah mengarahkan hati supaya dengan penuh harapa nkita menantikan kedatangan Yesus untuk kali yang kedua ada akhir zaman. Pembacaan setiapa hari minggu Adven bukan sahaja menekankan tentang persiapan untuk menyambut kelahiran Yesus tetapi juga mempersiapkan diri untuk kedatangan Tuhan kali kedua iaitu pada akhir zaman iaitu pada waktu Yesus dating sebagai hakim dan Raja serta saat kematian dating pada kita. Persiapan diri yang dimaksudkan adalah pertobatan.Tujuan utama Adven yang kedua ialah mempersiapkan hari Natal secara sacramental iaitu bukan sahaja kita mengenang kelahiran Tuhan 2000 tahun yang lalu tetapi merayakan kelahiran Yesus secara rohani iaitu Yesus lahir di dalam hati dan peribadi kita. Yohanes Pembaptis berpesan agar kita  bersiap sedia dan meluruskan jalan bagi Tuhan untuk mengingatkan kita bahawa Yesus mahu lahir dalam hati dan peribadi kita. Oleh itu, Adven membawa maksud persiapan diri kita untuk menyambut  Natal nanti iaitu bertobat, berdoa dan berbuat amal kasih. Selain karoling, salah satu perkara yang sering dilihat pada musim Adven adalah Lingkaran Lilin Adven yang juga melambangkan maksud sebenar Adven itu. Lingkaran Lilin Adven itu sendiri melambangkan Tuhan yang Abadi tanpa awal dan akhir serta melambangkan satu pusingan kehidupan. Setiap lilin dalam lingkaran membawa maksud yang berlainan iaitu Lilin Pertama bermaksud pengharapan akan kedatangan Yesus. Seterusnya Lilin Kedua bermaksud perdamaian yang Yesus beri melalui kedatangan. Lilin ketiga bermaksud sukacita akan kelahiran Yesus dan akhir sekali Lilin Keempat bermaksud cinta kasih yang Yesus bawa melalui kedatanganNya. Tambahan pula, setiap hari minggu Adven membawa mesej yang tersendiri iaitu Minggu Pertama iaitu persiapan awal untuk kedatangan Tuhan. Manakala Minggu Kedua adalah apakah persiapan yang perlu kita lakukan iaitu bertobat, berdoa dan berbuat amal kasih. Minggu Ketiga menekankan bahawa kita perlu bersih dari dosa dan lebih peka tentang kedatangan Tuhan. Akhir sekali, Minggu Keempat menekankan agar kita mengambil teladan Bonda Maria yang pasrah akan kedatangan Yesus di hidupNya. Dalam Adven juga pertobatan juga ditekankan iaitu bertobat kerana gembira dan sukacita akan kedatangan Yesus agar layak bertemu dengan Yesus. Kesimpulannya, tujuan karoling adalah mewartakan kedatangan Yesus yang lahir untuk menyelamatkan dunia dan membawa serta menggalakkan orang yang kita lawati semasa karoling untuk bertobat, berdoa dan beramal kasih agar dapat membuat perubahan dalam hidup dan memulakan hidup yang baru. Dalam Homili beliau pula, belaiu memberi renungan seperti didalam pembacaan Injil hari tersebut, dimana Yesus mengatakan bahawa Elia sudah dating namun kita tidak mengenalnya. Eliayang dating di dalam diri Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi Tuhan dan apa yang harus kita lakukan? Kita harus mendengar dan mengikuti perintahnya.  Janganlah kita menjadi seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang tidak ikhlas dan terlalu sombong untuk menerima kehadiran Tuhan. Mereka tidak mahu memperbaharui hidup mereka dan tidak mahu bertobat. Oleh itu, dengarkanlah Elia, bertobatlah dan kembali ke jalan yang benar. Buanglah semua sikap -sikap  yang tidak baik dan yang membawa kita ke dalam dosa. Sempena karoling, semua ahli karoling perlu menjaga sikap semasa berkaroling rumah ke rumah seperti yang Yohanes Pembaptis ajar kepada kita untuk menjadi orang yang baik. Musim Adven ini, jadikanlah karoling yang boleh mengubah hidup kita dan memperbaiki setiap peribadi kita.

Sesi Rekoleksi dan Perutusan Para Karolers berakhir pada jam 3.00 petang – Feldyanty Joh